Hilang Tak Kembali
Papa... Entah seberapa banyak keringatmu yang menetes di terik panas matahari untuk anakmu ini, tak sedikitpun kau mengeluh dengan kulitmu yang hitam terbakar. Dulu ketika aku masih sekolah, aku selalu marah karna waktumu lebih banyak bekerja di bandingkan dengan diriku.. Waktu itu saat ku melihat dirimu betapa hebatnya saat kau bekerja dan akupun ingin seperti dirimu bahkan lebih. Ketika aku mulai berhasil mengikuti jejak mu bahkan bisa melebihi dirimu, seakan itulah saat yang tepat untuk bisa menggantikan dirimu. Tetapi masalah datang silih berganti datang, akupun mulai bisa menggantikan mu menghadapi semua itu agar aku selalu bisa berkumpul dengan mu. Namun takdir berkata lain saat Allah memberi cobaan yang sangat besar dan saat itu aku sangat marah. Marah kepada diri sendiri ! Kenapa aku tidak bisa menyelamatkanmu dari jurang yang dalam, sesal diri ini seakan tiada henti dan tiada arti. Dan sampai saat tuhan menjemputmu akupun berusaha menerima dengan ikhlas tetap menguatkan m...